Sunday, 29 July 2012

Syair Rimba

Bila kuasa pada perhitungan kau seakan mengugat,
kau dendang syair dusta- kata kau; pasti akan kukota.
Tapi unggas pun malah menutup telinga- sumbat padat.
Syair-syair menyesakkan dada- tapi masih didengar paksa!

Merunsing- tiada selesa lagi.

Dulu suara rimba tak kau dengarkan,
hanya selalu berlagak raja-
padahal rimba sudah dikuasa.
dan engkau malah tidak mampu kuasai dirimu.

Maka rasalah,
yang benar berkuasa sentiasa mendengar suara rimba,
Reranting, dedaun, angin, tanah- sudah tak tahan.
segalanya mahu menelan suara kau yang angkuh.

Mungkin kau sudah perlu sedar,
lagu- musik- kau harus sama seperti rimba.
Mari sama nyanyi syair rimba-
sudahlah kau dendang syair dusta- berlagak raja.
Mari tunduk patuh pada Raja;
mengakulah diri hamba.

29 Julai 2012, 10:54 malam.

...
Tentang kita; hamba yang selalu angkuh. Syair kita adalah apa yang kita perbuat.

No comments:

Post a Comment

There was an error in this gadget